Open post

Wakili Kabupaten Sukabumi, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa Meraih Emas di Pospeda 2018

Setelah berhasil membawa nama Provinsi Jawa Barat di perhelatan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) 2016 lalu di Banten, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa kembali dipercaya untuk mewakili Kabupaten Sukabumi di ajang Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Daerah (Pospeda) pada tanggal 24-27 September 2018. Pospeda kali ini dilaksanakan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dengan dibuka langsung oleh wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat.

Kontingen Kabubaten Sukabumi

Kompetisi 3 tahun sekali di tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama dan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Provinsi Jawa Barat ini, menunjukkan bahwa seiring dengan perkembangan zaman, santri dituntut tidak hanya pintar mengaji saja. Namun juga harus memiliki keterampilan-keterampilan untuk menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu diperlukan sarana untuk menyaring dan menumbuhkan bakat, minat dan potensi anak.

Tidak ada kenikmatan sebelum kepayahan. Proses pemilihan delegasi melalui seleksi ketat dan persiapan matang dari segi materi, mental, hingga fisik yang prima. Pondok Pesantren Modern Al Umanaa mengirimkan 4 delegasi lomba pidato bahasa arab dan inggris putra dan putri.

Alhamdulillah, delegasi Pondok Pesantren Modern Al Umana berhasil meraih:
1. Medali emas (Juara pertama) Pidato Bahasa Inggris Putri oleh Siti Nurmalasari Suparman,
2. Medali Perunggu (Juara ketiga) Pidato Bahasa Inggris Putra oleh Muslih Attoyibi, dan
3. Medali Perunggu (Juara ketiga) Pidato Bahasa Arab putri oleh Latifah Sa’diyah

“Tentu senang dan bersyukur kepada Allah, karena bisa memberikan yg terbaik untuk Al Umanaa dan Kabupaten Sukabumi. Semoga di ajang Pospenas nanti kita kembali dapat bersuara. Amiin.” komentar salah seorang pembimbing, Ustadz Faqih Al Haq, S.Hum. Proses pelatihan dan pendampingan delegasi Al Umanaa juga berada di bawah bimbingan pelatih/guru public speaking Al Umanaa, yaitu Ustadzah Amalia Dianah, S. KPm., M.Si.

Penampilan Siti Nurmalasari Suparman

InsyaAllah Siti Nurmalasari Suparman akan melanjutkan perjuangannya ke tingkat nasional dalam Pospenas, yang akan diselenggarakan tahun 2019 di Bangka Belitung. Kita doakan semoga Pondok Pesantren Modern Al Umanaa dapat memberikan yang terbaik. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin

Open post

Sepeda dan Penghargaan Hari Anak Nasional 2018

Hotel Selabintana menjadi saksi keriuhan dan kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional 2018 yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Sukabumi. Balon-balon, spanduk-spanduk, serta panggung menjadi pertanda kemeriahan pada hari Jumat, 23 Agustus 2018.

Peringatan yang mengusung tema Anak Indonesia Gesit Empati Berani Unggul dan Sehat (GENIUS) tersebut dibuka oleh Bapak Bupati Sukabumi sekaligus menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi dan bantuan kursi roda serta tongkat penyangga kaki.
Acara tahun ini menjadi sangat speial, karena salah seorang santri Al Umanaa menjadi peraih penghargaan siswa berprestasi yang diserahkan oleh Bupati Sukabumi, Bapak H. Marwan Hamami. Santri berprestasi itu bernama M. Muslih Attoyibi, asli Sukabumi. Tak hanya selembar piagam, Ananda Muslih juga mendapatkan uang pembinaan dan sebuah sepeda, senangnya!

M. Muslih Attoyibi merupakan anak ketiga dari pasangan Bapak Saepudin dan Ibu Yayah Wardiah. Ia sudah menjadi santri Al Umanaa sejak tahun 2015, sebagai angkatan kedua. Selama di Al Umanaa, santri yang gemar membaca buku seri Sherlock Holmes ini sudah menorehkan lima prestasi. Salah satunya, penggemar olah raga pingpong ini berhasil menjadi juara tiga Kompetisi Matematika Nalaria dan Realistik (KMNR) Nasional tk. SMP yang diselenggarakan di Ancol, Jakarta, pada April 2018 (selengkapnya dapat dibaca di sini).

Terakhir, ia meraih medali silver dalam Kompetisi Matematika AIMO. Kejuaraan inilah yang membukakan kesempatan Ananda Muslih berangkat ke Thailand dalam kejuaraan AIMO tingkat ASEAN. Sayangnya, dikarenakan masalah akomodasi, Ananda Muslih tidak sempat berjuang di laga tersebut. Meski demikian, semangat Ananda Muslih terus membara dalam mewujudkan cita-citanya. Semoga senantiasa lahir anak-anak Indonesia berprestasi di seluruh Indonesia! (HFD)

Open post

Al Umanaa Raih Juara di Pentas PAI dan OLSN Tingkat Kabupaten Sukabumi

Tim LCC PAI dan Debat Bahasa Indonesia SMP Al Umanaa Wakili Kabupaten Sukabumi di Tingkat Provinsi 

Hari Rabu, 6 Juni 2018 bertepatan dengan tanggal 22 Ramadhan 1439 H kontingen SMP Al Umanaa Boarding School berangkat menuju Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk keikutsertaannya pada perhelatan Pentas PAI dan OLSN (Olimpiade Literasi Siswa Nasional) tingkat Kabupaten. Dalam perhelatan ini SMP Al Umanaa mengirimkan 2 cabang lomba Pentas PAI dan 1 cabang OLSN yang masing-masing terdiri dari Tim  LCC (Lomba Cerdas Cermat) PAI, MHQ (Musabaqah Hifdzil Quran) dan Debat Bahasa Indonesia, Tiga cabang tersebut merupakan perwakilan tingkat Komisariat Cisaat yang pada April silam dinyatakan keluar sebagai pemenang pada tingkat tersebut.

Informasi pelaksanaan kegiatan perlombaan di tingkat kabupaten dapat dibilang sangat mendadak. Informasi tersebut baru sampai ke sekolah tepat lima hari sebelum hari pelaksanaan. Kegiatan Pentas PAI dan OLSN yang semula akan dilaksanakan pasca Idul Fitri tanggal 25 Juni 2018 dimajukan menjadi tanggal 6 Juni 2018 karena beberapa pertimbangan oleh Dinas Pendidikan. Namun hal ini tidak mengurangi semangat para peserta dan pembimbing dalam berlatih. Meskipun dalam suasana Ramadhan mereka tetap memaksimalkan waktu yang tersisa untuk memberikan yang terbaik.

Perhelatan tahunan bergengsi tingkat Kabupaten ini mempertemukan delegasi terhebat dari delapan komisariat di wilayah Kabupaten Sukabumi. SMP Al Umanaa yang tergabung dalam komisariat Cisaat berhasil keluar sebagai juara 1 LCC dan Lomba Debat Bahasa Indonesia. Dzaky Aditia (8), Caesar Abhiseva (7), dan Ahmad Syahid Ghazali (7) tim Lomba Cerdas Cermat PAI SMP Al Umanaa berhasil mengungguli delegasi Kom. Pelabuhan Ratu, SUkaraja, dan Cikembar pada babak penyisihan. Melangkah ke final, SMP Al Umanaa dipertemukan dengan delegasi dari Kom. Cibadak, Cicurug dan Cikembar.

Suasana menegang saat babak final dilaksanakan. Kejar-kejaran poin saat babak rebutan antara SMP Al Umanaa dan perwakilan Kom. Cibadak terjadi begitu seru dan sengit. Walhasil skor terakhir dimenangkan oleh SMP Al Umanaa dengan selisih 103 poin dari Kom. Cibadak. Skor terakhir babak final sesuai urutan sebagai berikut: SMP Al Umanaa (Kom. Cisaat) 1638 poin, Kom. Cibadak 1530 poin, Kom. Cicurug 700 poin dan Kom. Cikembar 550 poin. Lolosnya Tim LCC PAI SMP Al Umanaa tahun ini ke tingkat Provinsi merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut setelah sebelumnya finish di peringkat ke-3 tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ryori Masiyam Wibisono peraih juara ke-1 Lomba Debat Bahasa Indonesia pada OLSN tingkat Kabupaten.

Pada cabang Debat Bahasa Indonesia, Ryori Maisyam Wibisono (8) berhasil menaklukkan lawan-lawannya. Pengausaan materi serta kemampuan berbicara yang dimiliki santri asal Jakarta ini menjadi kunci kelolosannya sebagai pemenang dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia. Sedangkan kontingen Al Umanaa dalam bidang MHQ yang masih duduk di kelas VII belum berkesempatan melangkah ke tingkat provinsi.

Alhamdulillah, semoga Allah terus memudahkan langkah-langkah ananda dalam tingkat selanjutnya, ” ujar Kepala Sekolah SMP Al Umanaa, Gustinaningsih saat ditanya hasil pertandingan tersebut. Bravo Al Umanaa!

Open post

Mendulang Medali di Tengah Ujian Sekolah

Ahad, 15 April 2018, M. Muslih Attoyibi, santri kelas 9 SMP Al Umanaa Boarding School, disambut hawa panas dan udara lembab ketika memasuki Gedung Ecovention, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Santri yang akrab dipanggil Muslih ini melangkah pasti untuk menjalankan amanah mewakili SMP Al Umanaa Boarding School dalam ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Perjuangan yang tidak sia-sia, Muslih berhasil menyabet medali perunggu dalam kompetisi yang diikuti oleh sekitar 2300 peserta se-Indonesia.

Muslih sebelumnya telah melalui tahap penyisihan dan semifinal yang dilaksanakan di Sukabumi pada 17 Desember 2017 dan 4 Februari 2018. Setelah berhasil melewati keduanya, Muslih ditantang untuk mempersiapkan babak final dalam kondisi yang lebih sempit. Bagaimana tak terbilang sempit, santri asal Sukabumi ini harus berjuang menuju final di saat ia juga sedang mempersiapkan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) dan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk kelulusannya. Bahkan, babak final dilaksanakan di tengah antara USBN dan UNBK. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan langkah Muslih. Santri dikenal yang hemat ekspresi ini setiap harinya dengan serius dan istiqomah berlatih mengerjakan soal-soal matematika.

Perjalanan jauh menuju Jakarta melewati kemacetan harus ditempuh. Tiba di Ibukota, didampingi pembimbing, Muslih disambut oleh udara panas. Kendaraan terus melaju menuju Taman Impian Jaya Ancol. Pintu Timur lokasi wisata ini tampak dipadati oleh mobil-mobil. Panitia KMNR di pintu berlalu lalang membantu para peserta yang kesulitan.

Kendaraan terus melaju mencari Gedung Ecovention. Dari kejauhan, Gedung Ecovention tampak sesak oleh ribuan peserta yang berasal dari 13 provinsi di Indonesia. Babak final dilaksanakan sejak pk08.00 hingga pk10.30. Selama itu pula, Muslih berkonsentrasi mengerjakan soal-soal di hadapannya. Setelah makan siang, pk14.00 Muslih ditemani pembimbing, Ustadz Mahdi dan Ustadzah Prianka, kembali menuju Ecovention untuk menyaksikan pengumuman. Alhamdulillah, hanya atas ridho Allah, nama Muhammad Muslih Attoyibi menggema dalam Gedung Ecovention, Taman Impian Jaya Ancol, sebagai peraih medali perunggu.

Selamat kepada M. Muslih Attoyibi, insyaAllah bisa menelurkan prestasi-prestasi lainnya yang lebih gemilang.

Open post

Juara Umum Largalang, Kopasma Terbang!

“Allahu Akbar…..”, teriakan kegembiraan bercampur tangis haru menyelimuti suasana sore itu. Santri-santri yang tergabung dalam anggota KOPASMA (Komando Pasukan Al Umanaa) saling berpelukan saat panitia mengumumkan Pondok Pesantren Modern Al Umanaa keluar sebagai Juara Umum pada kegiatan LARGALANG (Lomba Antar Penggalang) ke-14 tingkat Jawa Barat dan Banten yang diadakan oleh SMA Terpadu Hayatan Thayyibah di Kota Sukabumi, 17 Februari 2018 lalu.

Ponpes Modern Al Umanaa menjadi juara Umum berdasarkan akumulasi nilai regu Laskar Lebah (Putra) dan Raflessia (Putri) menjadi yang tertinggi di antara kontingen lainnya. Regu Laskar Lebah berhasil meraih 2 emas dan 1 perak, masing-masing dalam kategori LKBB (Lomba Kecakapan Baris Berbaris), Pioneering dan SMS (Sandi Morse Semaphore). Sedang Raflessia meraih 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu, masing-masing pada kategori SMS (Sandi Morse Semapore), Pioneering, Bongpasten (Bongkar pasang tenda), dan KIM (Kemampuan Indera Manusia). Bukan hanya berhasil menjadi Juara Umum, kontingen putri Al Umanaa menjadi Juara Favorit Putri.

M. Indra Amzah, salah seorang santri yang ikut dalam kegiatan tersebut mengungkapkan kegembiraanya bisa turut menghantar KOPASMA menjadi Juara Umum pada perhelatan tersebut. Santri kelas tujuh SMP Al Umanaa itu menjadi satu dari tiga santri kelas tujuh yang ikut pada kegiatan LARGALANG 14. “Senang banget. Bersyukur bisa turut menjadi bagian tim. Terharu juga, soalnya latihannya berat dan ketat,” tuturnya. Pada kegiatan LARGALANG, Ponpes Modern Al Umanaa mengirimkan satu regu Putra dan Putri yang masing-masing terdiri dari sepuluh orang.

Torehan prestasi di kegiatan Largalang menjadi salah satu prestasi terbesar yang diraih Al Umanaa dalam bidang kepramukaan. Prestasi ini terbilang luar biasa, mengingat kegiatan ini adalah perlombaan ke dua yang diikuti KOPASMA. Latihan rutin dan kedisiplinan menjadi kunci keberhasilan KOPASMA di ajang ini. Sekurang-kurangnya dalam dua pekan santri-santri berlatih mempersiapkan kegiatan ini setelah sebelumnya melewati tahap penyaringan yang ketat. Selain latihan materi yang dilombakan, santri-santri yang terpilih dibina untuk selalu mendirikan shalat tahajud dan puasa sunah selama menjalani masa latihan. “Alhamdulillah,, Kami bangga, akhirnya cucuran keringat yang keluar berbuah manis. Semoga bisa lebih baik kedepannya,” ungkap Pembina Pramuka Al Umanaa saat ditemui di akhir sesi penyerahan tropi oleh Bapak Pimpinan Ponpes Modern Al Umanaa.

-MM-

Foto bersama Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Umanaa dan Kepala SMP Al Umanaa Boarding School

Pasukan Laskar Lebah

Pasukan Raflesia

Quree, Produk Wirausaha Santri Al Umanaa Merambah ke Paris Van Java, Bandung

Alhamdulillah terhitung sejak 23 Desember 2017, Quree, salah satu produk buatan santri Pondok Pesantren Al Umanaa resmi membuka gerai di Mall Paris Van Java, Bandung!

Sebagai salah satu implementasi ilmu agribisnis, Ponpes Modern Al Umanaa memiliki program praktik langsung di lapangan bagi para santri dalam proses pengelolaan bahan makanan. Dalam hal ini, proses pembibitan, pembesaran, pengolahan, hingga pemasaran produk olahan lele diwujudkan sebagai bentuk sarana belajar santri.

Sebelumnya Quree telah secara rutin terjual di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bandung, Jabodetabek, hingga Mataram. Pembukaan gerai di Mall Paris van Java, Bandung diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran produk santri Al Umanaa. Bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin mampir, silakan kunjungi gerai Quree di Mall Paris van Java, Bandung, lantai CL di depan Carrefour.

Open post

Refleksi Perjuangan di Kuningan

22 Mei 2017 adalah awal untuk memulai jihad kami yang ketiga. Berbekal do’a dari semua orang dan pelajaran yang telah kami dapat, kami meninggalkan Al-Umanaa. Dengan tujuan ibadah dan harapan untuk bisa berhasil lagi. Kali ini tempatnya adalah Kuningan. Tempat yang sama sekali belum pernah kami injakkan kaki kami di sana. Perjalanannya cukup melelahkan. Butuh waktu sekitar delapan jam untuk sampai di sana, maka selama itu pula kami berada di dalam mobil. Belajar, belajar, dan belajar. Sampai tak terasa kami telah sampai di Kuningan.

Lombanya akan dilaksanakan esok hari, setelah melakukan pawai. Mengingat itu, rasa tegang mulai meghantui kami. Jadi, walaupun lelah, malam ini kami memutuskan untuk belajar lagi, tidak langsung tidur.

Ketika matahari pagi siap menyambut hari ini, maka kami pun siap untuk bertanding mengalahkan peserta lain. Pukul tujuh kami semua-rombongan Kabupaten Sukabumi- berangkat menuju Masjid Syi’arul Islam kabupaten Kuningan. Di sana semua kontingen dari berbagai kabupaten dan kota berkumpul untuk melaksanakan pawai. Ada 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat yang mengikuti perhelatan PENTAS PAI 2017.

Ramai sekali suasananya. Kami melihat kontingen lain dengan pakaian seragam dan pasukannya yang heboh. Agak minder memang melihatnya. Lihatlah! Kontingen dari Kabupaten Sukabumi tidak ada pasukan-pasukan heboh seperti yang lain, bahkan seragam pun tidak. Tapi kami harus ingat tujuan awal kami datang jauh-jauh ke sini. Bukan untuk foya-foya tapi untuk ibadah.  Membawa nama baik Al-Umanaa dan Sukabumi.

Setelah pawai, acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Baru setelah itu, lomba dilaksanakan, setelah dzuhur. Sebelum ke ruangan, kami berkumpul di aula. Menunggu lomba di mulai. Dengan sekotak box makan di tangan kami yang terabaikan. Rasa tegang terlanjur membuat kami seperti sudah makan satu bakul nasi.

Lomba LCC dibagi ke dalam tiga kelompok, A,B, dan C. Entah mengapa sepertinya undiannya menguntungkan. Kabupaten Sukabumi mendapat kelompok C, kloter 2. Dengan lawan pertama kami adalah dari Kabupaten Banjar dan Kabupaten Pangandaran. Setelah ada pemanggilan, kami segera menuju ruangan.

Tiga meja lengkap dengan belnya telah berjejer rapi di depan. Kursi-kursi hampir penuh oleh para peserta dari kontingen lain. Semuanya sedang belajar. Melihatnya membuat kami semakin tegang. Semua kontingen melakukan persiapan dengan sangat baik. Mereka semua tidak bisa diremehkan.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya nama Kabupaten sukabumi dipanggil. Juru bicara dari kelompok kami segera maju untuk mengambil undian. Kita mendapat group C. Sementara pembimbing kami duduk di meja peninjau.

Pertandingan berjalan dengan lancar. Walaupun sempat terjadi insiden antara kontingen Kabupaten Sukabumi dengan kontingen lain yang membuat mental kami sempat jatuh. Tapi Alhamdulillah, pada babak pertama ini, Allah meridhai kami untuk maju ke babak selanjutnya.

Kami kembali ke tempat duduk dengan pearsaan bahagia untuk akhirnya mendapat ‘ceramah’ dari kedua pembimbing kami. Berbekal itu, kami maju lagi di babak semifinal dengan mental tinggi, lawan kami selanjutnya adalah Kab. Cirebon dan Kota Sukabumi. Yah saudara kami sendiri. (J). Alhamdulillah, babak Semifinal selesai, kami kembali keluar sebagai juara dan masuk ke babak Final. Mencetak rekor untuk Kabupaten Sukabumi.

Pukul 19.00 tepat, babak final dimulai. Kali ini kami mendapat tempat di group A. Dua lawan kami adalah dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung. “Saudara Tua” begitulah sebutannya yang disematkan oleh pembimbing kami. Mungkin karena dua-duanya adalah langganan juara dan babak final LCC.

Sorak-sorai penonton dari kontingen Bogor dan Bandung dengan segera memenuhi aula. Sekali lagi menguji mental kami. Tapi tak apa. Kami balas teriakan mereka semua dengan yel-yel kami yang punya semangat ‘45.  “Al Umanaa, are you Ready? Yes We Are Ready, Allah is the One, So We Are One, We Are the Best People for the Best World”. Jargon andalan Al Umanaa pun tidak kalah menggaung di aula pertandingan.

Pertandingan dimulai dengan soal bersama. Dilanjutkan dengan soal wajib. Hanya juru bicara yang boleh menjawab. Dua lainnya membantu membisikkan jawaban. Kami berdua seperti penasihat yang membisiikan rajanya. Sembilan dari sepuluh soal berhasil kami jawab dengan sempurna. Selanjutnya adalah games. Ini adalah yang berbeda dari perlombaan-perlombaan sebelumnya. Tapi tak sulit. Cukup dengan ketelitian. Alhasil, Kabupaten Sukabumi memimpin skor sementara. Namun hanya terpaut dua angka dari Bandung dan tiga angka dari Bogor yang kedua-duanya siap untuk membalap.

Sesi terakhir yang paling menegangkan, yang paling ditunggu-ditunggu, sesi rebutan. Karena ini sangat menentukan. Baru beberapa soal dibacakan, kami sudah merasa sangat panas. Bagaimana tidak? Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung terus-terusan menjawab. Tidak memberi kesempatan bagi kami untuk menjawab. Sampai akhirnya kami tak tahan lagi. Rasa tegang mulai menyelimuti tubuh. Tanpa memikirkan ketelitian, kami terus menekan bel. Entah soal itu telah selesai dibacakan atau belum, kami tak peduli. Rasa tegang sudah terlanjur menguasai tubuh kami.

Namun itulah kesalahan kami. Yang membuat akhir dari cerita ini benar-benar berbalik dari harapan awal kami. Ya, kami berakhir dengan menyandang juara 3. Saudara tua Bandung berhasil keluar menjadi juara.  Tapi tak apa. Itu namanya qada Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya.

Walaupun pada akhirnya kami hanya mendapat juara 3, tapi kami tetap bersyukur. Setidaknya kami telah mendapat banyak pelajaran dari proses panjang yang telah kami lalui. Proses berharga yang tidak bisa didapatkan semua orang. Proses untuk menjadi mujahidah terbaik untuk umat terbaik. Terimakasih guru-guru yang sudah membimbing, mohon maaf jika belum bisa memberikan yang terbaik hari ini, terimakasih our beloved school, Al Umanaa.

[Siti Nurmalasari]

Open post

Al Umanaa Mewakili OSN IPA Kabupaten Sukabumi di Tingkat Provinsi

(23/3) Kabar gembira kali ini datang dari bidang sains. Sebuah surat resmi dari Dinas Pendidikan Sukabumi datang ke Al Umanaa. Tertulis di dalamnya, Muhammad Haikal, santri kelas VIII Al Umanaa, meraih peringkat pertama dalam Olimpiade Sains Nasional bidang IPA yang dilaksanakan pada 11 Maret silam.

Perjuangan Haikal bukanlah hanya sekejap mata. Sejak kelas VII, Haikal sudah terpilih sebagai kontingen OSN IPA dari Al Umanaa. Bahkan, pada saat itu ia berhasil meraih peringkat 7, mengalahkan banyak peserta dari SMP lain yang rata-rata merupakan siswa kelas VIII.

Para ustadz dan ustadzah bahu membahu dalam mendorong Haikal pada potensi tertingginya. Tidak ada kata lelah dari para pendidik. Semangat mewujudkan sabda Rasul, Islam itu tinggi dan tidak ada yang tinggi darinya, menjadi api dalam nadi mereka.

“Target kami nasional, kami tidak ingin dulu merasa puas,” tutur Ustadz Mahdi Karim, pembimbing fisika, ketika ditemui di kantornya. Berpegang pada ayat fa idzaa faraghta fanshob, perjuangan Haikal dan guru pembimbing belum berhenti. Segera setelah pengumuman dikumandangkan, pelatihan langsung dimulai lagi.

Posts navigation

1 2 3
Scroll to top