Open post

Persembahan Santri Al Umanaa Dalam Khutbatul ‘Arsy 2018

Hari besar Pondok Pesantren Modern Al Umanaa yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. Khutbatul ‘Arsy, acara besar tahunan Pondok Pesantren Modern Al Umanaa tahun ini dilaksanakan pada 1 September 2018 silam.

Khutbatul ‘Arsy adalah momen tatap muka seluruh civitas Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, di antaranya pengurus dan pengajar pondok, seluruh santri, wali santri, dan masyarakat. Salah satu tujuan besar acara ini dilaksanakan adalah untuk menunjukkan hasil belajar santri Pondok Pesantren Modern Al Umanaa. Hasil belajar santri selama di pondok akan kurang lengkap jika disampaikan melalui laporan tertulis saja.

Dalam kesempatan ini, Direktur Pondok Pesantren Modern Al Umanaa menyampaikan khutbah yang berisi tentang penyamaan pandangan mengenai arah gerak pendidikan Pondok Pesantren Modern Al Umanaa serta pencapaian-pencapaian pondok dari tahun ke tahun.

Khutbah Direktur Pondok Pesantren Modern Al Umanaa

Pada momen yang sama, Wakil Bupati Sukabumi, Drs. H. Adjo Sardjono, M.M. berkesempatan hadir menyampaikan kuliah umum. “Saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Al Umanaa, meskipun sudah sering mendengar kabar tentang Al Umanaa,” begitu komentar beliau di awal kuliah umumnya. Beliau menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, juga menginformasikan terkait rencana pembangunan infrastruktur yang mendukung perkembangan Kabupaten Sukabumi, seperti pembukaan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) di tahun 2019, hingga wacana pembangunan bandar udara di area Cikembang.

Direktur Pondok Pesantren Modern Al Umanaa bersama Wakil Bupati Sukabumi

Dalam Khutbatul Arsy 2018, hasil karya santri ditunjukkan dalam dua bagian, yaitu Prakarsa (Pameran Karya Santri Al Umanaa) dan Perkasa (Pertunjukan Karya Santri Al Umanaa).

Prakarsa, Pameran Karya Santri Al Umanaa adalah wahana santri mempresentasikan langsung pameran dan keterampilannya di hadapan pengunjung. Di pintu masuk pameran, pengunjung disambut dengan tulisan “Welcome to Al Umanaa City” dalam arab, bahasa inggris, jepang, mandarin, jerman, sesuai dengan bahasa yang saat ini dipelajari oleh santri.

Pada bagian pertama, santri Al Umanaa menunjukkan beberapa infografis mengenai perkembangan Al Umanaa, 5 konsep pendidikan ideal Al Umanaa, rencana pengembangan Al Umanaa, juga data pencapaian prestasi lembaga dan santri Pondok Pesantren Modern Al Umanaa dari bulan Juli 2014 hingga Agustus 2018.

Sesuai dengan tema “Dari Santri Merekat Umat Untuk Mewujudkan Peradaban Gemilang”, santri Al Umanaa membuat simulasi peradaban gemilang dalam pameran dan bazar, yang mencoba mencakup seluruh aspek kehidupan. Di antaranya ada pasar sehat, pertanian, restoran, rumah sehat, pengelolaan sampah, dan pertokoan. Para pengunjung dapat menikmati makanan yang dibuat oleh santri, berbelanja produk hasil karya santri, hingga mengecek dan konsultasi kesehatan dengan dibantu oleh alumni Al Umanaa yang saat ini kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selepas isya, pengunjung disuguhi Perkasa, Pertunjukan Karya Santri Al Umanaa di atas panggung. Keterampilan santri dalam berakting, berbahasa asing, bicara di depan umum, bergerak berirama, dan lain sebagainya ditampilkan dalam rangkaian aksi memukau. Puisi, drama bahasa asing, paduan suara, tari Aceh, permainan angklung, nasyid, shadow show, dan pertunjukan lainnya berhasil membuat seluruh pengunjung tidak bergerak dari kursinya hingga pukul 10 malam.

Alhamdulillah, acara berlangsung sangat sukses dan meriah. Semoga acara ini dapat menjadi sarana rekam jejak Pondok Pesantren Modern Al Umanaa untuk terus mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan menjadi lebih baik ke depannya.

Open post

Membangun Peradaban Bersih dari Sekolah

Tulisan ini adalah hasil buah pikiran dari Zahra Nur Asyifa, santri kelas X Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, Sukabumi

****

Dua hari yang lalu, salah satu guru di sekolah saya memperlihatkan kondisi Sungai Citarum milik Indonesia kita ini. Sungguh, sungai itu sudah tidak cocok disebut sungai air! Lebih cocok disebut sungai sampah. Beberapa kali saya berkunjung ke Jakarta, dan hal yang selalu menarik mata hanyalah betapa banyaknya sampah berserakan tanpa mengenal estetika di jalanan, di selokan, dan tempat umum lainnya. Alhasil, bencanalah yang datang, seperti banjir, yang sering terjadi di negara kita ini, sampai-sampai ada longsor sampah, yang terkenal sebagai peristiwa Leuwi Gajah yang menewaskan ratusan orang, dan bencana lainnya.  Ini menunjukkan betapa kotornya negara kita ini, betapa buruknya sistem pengelolaan sampah yang dimiliki negeri ini!

Padahal, kebersihan adalah salah satu tolak ukur tingginya peradaban suatu bangsa. Maka keberhasilan pengelolaan sampah menjadi indikator keberhasilan suatu bangsa membangun peradabannya.  Sedangkan Indonesia belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Oleh karena itu, saya sebagai calon pemimpin bangsa ingin mengubah kenyataan ini dengan mengajak para pembaca semua untuk membangun sistem pengelolaan sampah Indonesia dari sekarang.

Namun, ketika kita sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik, kesuksesan sistem itu bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Maka, Indonesia memerlukan rakyat yang mau dan mampu mengikuti sistem pengelolaan sampah tersebut. Sebenarnya Indonesia juga telah memiliki sistem pengelolaan sampahnya sendiri. Buktinya, banyak saya temui tempat sampah organik dan anorganik di beberapa kota yang pernah saya kunjungi. Namun, karena rendahnya kepedulian SDM-SDM Indonesia, pemilahan sederhana seperti itu saja tidak berjalan dengan baik. Jadi, Indonesia perlu sumber daya manusia yang memiliki kepedulian tinggi dan pastinya berintegritas.

Untuk merealisasikannya, sekolah adalah tempat yang paling tepat. Di sekolahlah pendidikan berlangsung, di sekolahlah orang-orang dikembangkan ilmunya, disempurnakan integritasnya. Sekolah memang tempat yang tepat untuk melahirkan SDM-SDM berkualitas, SDM-SDM yang memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan, SDM yang mau dan mampu mengelola sampahnya. Karenanya, sekolah pasti dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah Indonesia.

Pemilahan sampah di Al Umanaa
Pemilahan sampah di Al Umanaa

Contohnya sekolah saya sendiri, Al Umanaa, Sukabumi. Kami selalu ditanamkan pemahaman bahwa “Kebersihan itu Sebagian dari Iman”, sehingga siswa-siswi di sekolah saya takut jika membuang sampah sembarangan.  Sekolah saya telah memulai pengelolaan sampahnya sendiri. Sampah kami pilah menjadi enam jenis, compostable (sampah mudah terurai), recyclable (sampah yang dapat didaur ulang), sanitary waste (sampah medis), hazardous waste (sampah berbahaya), trash (sampah yang tidak dapat didaur ulang), dan paper (kertas). Sampah kertas selanjutnya kami olah menjadi kertas daur ulang (recycle paper). Sistem pemilahan enam jenis ini baru kami mulai Januari 2016. Sebelumnya kami hanya memilah sampah menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Alhamdulillah, sistem ini berhasil dijalankan dengan sempurna oleh siswa-siswinya hanya dalam rentang waktu satu minggu. Ini disebabkan karena kami berada dalam sistem pendidikan yang baik. Setiap kesalahan pasti akan ditegur dan dievaluasi secara langsung. Hal ini menyebabkan kami terbiasa untuk membuang sampah dengan benar. Kami pun terdorong untuk memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, seperti motto kami “Kami tinggal di bumi, dan kami mencintainya. Maka, mari menjaganya!”

Jadi, saya sangat yakin bahwa lembaga pendidikan adalah tempat yang benar-benar tepat untuk memulai sistem pengelolaan sampah yang baik. Insya Allah, jika semua sekolah di Indonesia telah melakukan pendidikan sampah pada siswanya, maka rumah-rumah, kantor-kantor, dan tempat-tempat umum pun akan mengelola sampahnya dengan baik. Karena sekolahlah yang menentukan kualitas masyarakat suatu bangsa. Alhasil, Indonesia dapat menjadi negara yang beradab! Negara yang maju dan bermartabat!

SMP Al Umanaa Juara English Olympic 2015

SUKABUMI, AL UMANAA– 7 November 2015, SMP Al Umanaa Boarding School untuk pertama kalinya bertanding di ajang English Olympic yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Sukabumi.

Tim SMP Al Umanaa Boarding School yang diwakili oleh tiga santri kelas 8 (2 SMP): Arrafie Zain Kusuma, Muthia Daniyah Achmad, dan Mirrah Assalamah lolos ke babak final English Olympic  setelah berhasil menembus 9 besar  pada tes tulis di babak pertama. Materi yang diujikan pada tes tulis adalah materi Bahasa Inggris kelas 7, 8, dan 9 (1, 2, dan 3 SMP).

Babak final merupakan babak cepat tepat yang berisikan pertanyaan-pertanyaan seputar tata bahasa (grammar), pengetahuan umum, dan berhitung yang dilontarkan dalam Bahasa Inggris. Alhamdulillah, tim SMP Al Umanaa Boarding School berhasil melaju ke babak Grand Final dan meraih juara ke-3 setelah SMPN 1 Cicurug dan SMPN 1 Cisaat.

Barakallah. Selamat untuk Zain, Muthia, dan Mirrah! Semoga terus dapat meraih prestasi dan menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain. Aamiin (AD).

Karya Santri Al Umanaa, Sempurnakan Tahun Pelajaran 2014/2015

SUKABUMI, AL UMANAA– Sebagai salah satu bentuk laporan hasil belajar santri di tahun pelajaran 2014-2015, Ponpes Modern Al umanaa menyelenggarakan Perhelatan Akbar Seni dan Sastra, Sabtu 4 Juli 2015. Seluruh santri tingkat SD, SMP, dan SMA tampil dalam kegiatan yang diselenggarakan pada akhir tahun pelajaran 2014-2015 ini. Acara yang bertajuk “Bersama Al Umanaa Kita Wujudkan Generasi Emas” selain mengundang seluruh wali santri, juga turut hadir Kasie. Kurikulum dan Kasie. P2TK Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Kepala UPTD Kec. Gunungguruh, dan Sekretaris Kecamatan yang mewakili Camat.

Acara ini dimulai pukul 16.00 WIB dengan penampilan tim hajir-marawis, nasyid, dan karate putra yang mengiringi kegiatan pengambilan laporan hasil belajar (buku rapor) oleh wali santri.Selain ditampilkan kecakapan santri berlaga di depan umum, digelar pula pameran karya santri. Karya-karya santri yang dipamerkan antara lain hasil percobaan ilmiah, produk nugget lele,kue-kue kering, dll.

Pertunjukkan dilanjutkan setelah shalat tarawih dengan kolaborasi tim hajir-marawis diiringi keyboard dan alat musik tradisional Jawa Barat (Angklung), Tari Saman persembahan kelas VII putri, nasyid, drama Bahasa Indonesia santri putri, Pidato tiga bahasa, drama berbahasa Jepang santri SD putra, drama berbahasa Arab santri SD putri, musikalisasi Puisi, dan ditutup dengan penampilan drama kolosal berbahasa Arab & Inggris santri putra bertema Pembebasan Konstantinopel.

“Alhamdulillah, senang sekali melihat santri-santri dapat tampil maksimal,” ujar Ust. Azwar Gani, S.T.,Ketua Pelaksana. Ia juga menyampaikan bahwa pertunjukanini merupakan buah dari kerja keras dan semangatpara santri. “Semoga ini menjadi bekal santri di masa depan,” lanjutnya. Pimpinan Pesantren, Ust. Mindjali AS di awal acara menyampaikan bahwa “…. Santri-santri Al Umanaa cerdas, hebat, dan luar biasa. Kehebatan mereka akan kita saksikan bersama-sama pada kesempatan kali ini……” Sambutannya ditutup dengan ungkapan,”Kalian tidak salah memilih lembaga pendidikan. You are the best people. You are the young generation that is presented for Indonesia in the future.” (FA)

Scroll to top