Kehidupan santri di pondok pesantren tidak lepas dari permasalahan-permasalahan kehidupan beragam yang dihadapi. Hal ini tentu terjadi karena seluruh santri berkegiatan selama 24 jam setiap harinya dalam lingkungan pesantren yang sama dan latar belakang kehidupan santri yang juga berbeda-beda turut mendukung intensitas interaksi sosial di dalam lingkungan pesantren itu sendiri. Selain itu kegiatan penuh di dalam lingkungan pesantren selalu melibatkan seluruh civitas pesantren baik, santri, ustadz, dan pengasuh pesantren. Sebab itu dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman, tentram dan nyaman diperlukan peraturan dan kedispilinan yang efektif. Pendidikan kedisiplinan santri merupakan kunci keberhasilan lembaga pesantren dalam melahirkan kader-kader pemimpin Islam yang unggul.

Pendidikan kedisiplinan santri merupakan elemen terpenting di Pondok Pesantren, Pendidikan kedisiplinan santri merupakan sarana paling efektif dalam proses pendidikan di Pondok Pesantren. Pembinaan, pemantauan dan pengawalan pendidikan kedisiplinan santri berlangsung selama 24 jam, semua itu tidak lepas dari manajemen di dalamnya, sehingga semua orang yang terlibat di Pondok Pesantren, mulai dari santri, guru, maupun pengasuh Pondok Pesantren dapat mengikutinya dengan baik. Hal ini diperkuat dengan perkataan Ali bi Abi Thalib r.a;

لحقّ بلا نظام يغلبه الباطل بنظام

“Kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan dikalahkan oleh Kejahatan yang terorganisir dengan baik.”

Pondok Pesantren Modern Al Umanaa merupakan salah satu lembaga pendidikan pesantren yang sangat fokus terhadap pendidikan kedisiplinan santri-santrinya. Al Umanaa meyakini bahwa disiplin adalah cerminan akhlak dan akidah yang baik. Karenanya dengan disiplin yang baik para santri akan siap menghadapi lingkungannya dan disiplin yang kuat adalah kunci dasar kesuksesan seseorang. Oleh karena itu keberhasilan Al Umanaa dalam mendulang lebih dari 150 prestasi mulai dari skala kecamatan hingga nasional dalam waktu kurang dari 5 tahun diyakini salah satunya karena para santri yang berakhlak karimah dan berdisiplin yang kuat.

Dalam mengawal kedisiplinan santri, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa menerapkan model Reward and Punishment yaitu pemberian penghargaan terhadap hal positif yang dilakukan santri dan memberikan pembinaan dengan sanksi terhadap hal negatif yang dilakukan. Hal ini juga senada dengan ajaran Islam yang mengajarkan memberikan ganjaran bagi hamba-Nya ketika melakukan hal sesuai dengan tuntunan Islam dan memberikan hukuman kepada hamba-Nya yang melanggar tuntunan-Nya. Istilah reward di dalam bahasa Al Quran dikenal dengan istilah Tsawab (ثواب ), salah satunya disebut dalam QS. Ali Imran ayat 184:

فَـَٔاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ ثَوَابَ ٱلدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ ٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhiran. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran (3): 184)

Makna tsawab identik dengan ganjaran yang baik, salah satunya seperti yang dinyatakan dalam QS. Ali Imran (3) ayat 145,148 dan An-Nahl (16) ayat 134. Seiring dengan hal ini,makna yang dimaksud dengan kata tsawab dalam kaitannya dengan pendidikan Islam adalah pemberian ganjaran yang baik terhadap perilaku baik dari anak didik.

Sedangkan makna punishment dalam bahasa Al Quran diistilahkan dengan kata ‘iqab. Al-Quran memakai kata ‘iqab sebanyak 20 kali dalam 11 surat sebagaimana yang tertuang dalam surat Ali Imran (3) ayat 11 dan Al-Anfal (8) ayat 13. Dalam hubungannya dengan pendidikan Islam, iqab diartikan sebagai 1) alat pendidikan preventif dan refresif yang paling tidak menyenangkan; dan 2) balasan dari perbuatan yang tidak baik yang dilakukan anak. 

Di Al Umanaa model Reward and Punishment ini diterapkan ke dalam bentuk program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan pesantren Al Umanaa itu sendiri. Reward and Punishment yang diberikan kepada santri salah satunya mengacu kepada Tata Tertib Santri Al Umanaa. Dalam pengawalan Tata Tertib Santri Al Umanaa yang terdiri dari 4 bab dan 22 pasal itu, Al Umanaa menerapkan sistem poin pada setiap peraturan yang tertulis dalam Tata Tertib. Peraturan yang ada di dalam Tata Tertib dikategorisasikan menjadi pelanggaran ringan, sedang, dan berat. Jika ringan mendapatkan poin 1, sedang poin 2, dan jika berat akan dikenakan poin 100 dan langsung mendapatkan Surat Peringatan. Masing-masing kategorisasi memiliki konsekuensi yang berbeda-beda. Pemberian poin kedisiplinan dilakukan oleh ustadz/ustadzah dan pengurus santri yang tergabung dalam ISMU (Ikatan Santri Ma’had Al Umanaa) secara berkala. Sistem penginputan poin kedisiplinan di Al Umanaa menggunakan aplikasi berbasis digital dan terintegrasi dengan database santri secara keseluruhan, sehingga mudah diakses dimanapun dan kapanpun oleh wali kamar.  

Penerapan sistem poin ini membuat santri secara rutin (pekanan) akan mengetahui jumlah poin yang didapat melalui pengawalan dan pembimbingan oleh wali kamar. Sehingga santri selalu dapat mengevaluasi atas apa yang sudah dilakukan dalam hal negatif dan yang melanggar Tata Tertib. Dengan begitu diharapkan santri selalu dapat mengintrospeksi diri dan memperbaiki diri secara berkala dan terus menjadi lebih baik. Ini juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari atsar sahabat yang disampaikan Umar bin Khattab r.a dalam hal instrospeksi diri;

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا ، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا ، فَإِنَّهُ أَهْوَنُ عَلَيْكُمْ فِي الْحِسَابِ غَدًا

 أَنْ تُحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ ، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ، يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَة

“Hisablah dirimu semua sebelum (nanti) dihisab. Timbanglah diri kamu semua sebelum (nanti) ditimbang. Karena nanti hisabmu akan lebih mudah jika engkau evaluasi dirimu sekarang. Hiaslah dirimu untuk pertemuan akbar (besar). Di hari akan ditampakkan semua dari kamu dan tidak ada yang tersembunyi.”  

Wali kamar dan wali kelas memiliki peran penting dalam memberikan pembimbingan kepada santri-santrinya secara kontinyu. Jika didapati ada santri bimbingan yang mendapatkan poin kedisiplinan besar, maka senantiasa wali kamar dan guru-guru memberikan pembimbingan dan pembinaan lebih kepada santri-santrinya tersebut. Sehingga santri secara sadar akan memahami kesalahan-kesalahan yang dilakukan dan dapat mengambil pelajaran dan hikmah agar tidak dilakukan di kemudian hari.

 Selain penerapan punishment yang dijelaskan di atas ada juga reward yang digunakan untuk memberikan sebanyak-banyaknya apresiasi kepada santri terhadap hal positif yang sudah dilakukan sekecil apapun. Hal ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada santri terhadap hal positif yang dilakukan sehingga akan terus dilakukan dan ditingkatkan. Pengawalan pemberian apresiasi santri ini dilakukan dengan sistem yang berbasis digital sama dengan pemberian poin kedisiplinan. Dimana seluruh ustadz/ustadzah dapat mengakses link yang sudah tersedia dan langsung menginput pada aplikasi tersebut jika mendapati santri berbuat sesuatu yang positif dan dapat diapresiasi.

Berikut ini beberapa bentuk penghargaan (reward) rutin yang selalu diselenggarakan oleh Al Umanaa;

  1. King & Queen of The Week; merupakan penghargaan individual kepada santri terbaik setiap pekannya dalam 4 bidang; Kedisiplinan, Tahfizh, Bahasa, dan Literasi. Masing-masing bidang tersebut memiliki kriteria tersendiri sesuai dengan standarnya. Santri-santri yang mendapatkan poin terbesar pada pekan tersebut akan dinobatkan sebagai King/Queen of The Week dan diumumkan pada malam penganugerahan setiap hari Jumat.
  2. Kamar Terbersih; merupakan penghargaan bersama yang diberikan kepada kamar dengan poin terbesar pada bidang kebersihan di pekan tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen Al Umanaa dalam membiasakan hidup bersih dan sehat kepada santri khususnya dan seluruh civitas Al Umanaa pada umumnya. Tiga kamar terbersih pada pekan tersebut akan dinobatkan sebagai Kamar Terbersih dan diumumkan pada malam penganugerahan setiap hari Jumat.
  3. Kamar Bintang; merupakan penghargaan bersama yang diberikan kepada kamar dengan poin terbesar dalam seluruh bidang; Kedisiplinan, Tahfizh, Bahasa, Literasi dan Kebersihan. Poin-poin apresiasi yang didapat secara individual dan kelompok kamar akan diakumulasi setiap bulannya dalam bentuk klasemen. Bagi kamar pada pekan tersebut yang masuk pada tiga besar teratas akan dinobatkan sebagai Kamar Bintang di bulan tersebut.
  4. Best Student of The Year; merupakan penghargaan individual kepada santri terbaik dalam satu semester. Cara kerja penghargaan ini adalah dengan akumulasi poin apresiasi dalam setiap bidang yang didapat oleh santri dan dikurangi dengan poin pelanggaran kedisiplinan santri selama semester. Bagi santri yang mengumpulkan poin tertinggi pada semester tersebut akan dinobatkan sebagai Best Student of The Year.

Selain bentuk penghargaan secara rutin di atas, terdapat pemberian apresiasi banyak lainnya yang diberikan kepada santri baik berupa penghargaan yang bersifat akademis maupun non akademis. Karena Al Umanaa yakin bahwa setiap anak itu cerdas, dan setiap anak sholeh pasti berprestasi.

× Hubungi Kami