“Jabar Tandang, Jabar Menang, Allahu Akbar!!”, jargon semangat kontingen Jawa Barat mengiringi perjalanan para atlet menuju Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII, 2016 di Serang, Banten. Sejumlah 148 atlet, 45 pelatih, dan 27 official cabang olah raga dan seni Pospenas VII dilepas oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Bandung. Dengan menyandang amanat suksesi Jabar kahiji dari Gubernur Jabar, Adam Akhmed Kusuma, santri kelas XI Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, utusan Provinsi Jawa Barat untuk cabang Pidato Bahasa Inggris meninggalkan Gedung Sate bersama rombongan menuju Pandeglang, Banten pada Jumat (21/10/2016).

Pospenas VII dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten pada Sabtu malam (22/10/2016). Sambutan dari Gubernur Banten, Rano Karno sebagai tuan rumah dan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin pada pembukaan perhelatan akbar nasional ini turut membangkitkan semangat sportifitas para atlet yang akan bertanding.

Pertandingan Cabang Seni Pidato Bahasa Inggris dimulai dengan babak penyisihan pada hari Ahad (23/10/2016). Melalui pidato bertema “Readiness of Santri in Solving Global Crisis”, Adam Akhmed Kusuma melaju ke babak final bersama lima peserta utusan provinsi Riau, NTB, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta, menyisihkan 25 peserta dari provinsi lain. Keputusan juri yang dibacakan pada pukul 22.30 WIB tersebut, meminta keenam finalis untuk membawakan pidato dengan tema yang berbeda dari tema pidato saat penyisihan, sedangkan final lomba dilaksanaan keesokan harinya (24/10/2016).

image

Meski baru dapat meninggalkan lokasi lomba pada Ahad tengah malam, keenam finalis telah siap di lokasi lomba kembali pada Senin pagi (24/10/2016). Disaksikan peserta, pelatih, dan panitia yang hadir dalam final lomba pidato Bahasa Inggris, Adam Akhmed Kusuma membawakan pidato bertema “To Achieve The Youth with High Intelligence, Health, and Noble Character”. Alhamdulillah, Adam mengharumkan nama Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi dengan meraih medali perak atau Juara 2.

image

“Tiada kenikmatan kecuali sesudah kepayahan” (وما اللذّة إلّا بعد التّعب). Selamat kepada Adam Akhmed Kusuma atas prestasinya di tingkat nasional. Semoga menjadi motivasi bagi santri-santri Al Umanaa lainnya untuk terus berkarya. Selamat kepada Pondok Pesantren Modern Al Umanaa. Atas izin Allah, di usianya yang baru menginjak tahun ke-3, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa telah mampu berbicara di kancah nasional. Alhamdulillah. [AD]