Produk Al Umanaa Membumi di Tanah Sunda

Produk Al Umanaa Membumi di Tanah Sunda

Oleh: Rifky Theo Agarbe (XII-A)

Kabar gembira kembali diterima Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, pasalnya awal desember lalu produk andalan pesantren yaitu Quree atau olahan lele berhasil menembus peringkat 10 besar terbaik OPOP (One Pesantren One Product) di sektor makanan olahan hewan, serta mendapatkan suntikan modal sebesar 500 juta dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Hasil ini tak lain adalah buah dari semua jerih payah perjuangan seluruh elemen pesantren dalam menyukseskan produk Quree ini.

Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan, sekitar 1500 dari 8000 pesantren yang terdaftar di jawa barat dan memiliki produk sekaligus mengikuti OPOP. Al Umanaa dapat tembus kedalam 20 besar dan masuk tahap 3 atau seleksi terakhir untuk merebutkan posisi 10 besar dan akhirnya Al Umanaa mencapai posisi tersebut.

“Alhamdulillah Quree bisa menjadi usaha pesantren terbaik di jawa barat, ini juga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami bisa bertemu guru, orang hebat, yang kompeten didalam dunia bisnis, para peserta OPOP yang bersaing dengan sengit dan seluruh civitas pondok yang selalu mendukung”, ujar Ustadzah Inas sebagai perwakilan Al Umanaa dalam acara tersebut.

Quree dinilai dari berbagai aspek, dari mulai masalah apa yang ingin diselesaikan dengan produk Quree, bagaimna strategi penjualannya, hingga bagaimana detail produksi untuk menjaga kualitasnya dan sebagainya. Untuk menyikapi pencapaian ini, Direktur Pondok mengadakan Tasyakuran sekaligus penyambutan perwakilan Al Umanaa yang maju di OPOP sebagai bentuk apresiasi yang diberikan oleh Al Umanaa.

“Ada dua hal yang saya dapatkan kemarin jika kita ingin survive ditengah kompetisi zaman ini, yang pertama kemampuan public speaking dan keterampilan bergaul bersama orang lain”, ucap Ustadz Rizki yang menjadi partner Ustadzah Inas kemarin.

Sebagai santri Al Umanaa sudah sepatutnya kita berbangga atas pencapaian ini, karena Al Umanaa telah memberikan wadah untuk belajar kewirausahaan, tinggal kita mengikutinya sebaik mungkin. Karena siapa tahu esok lusa kitalah yang menggantikan mereka, berdiri gagah meneruskan perjuangan ini. Aamiin